Pencarian

400 UMKM Banda Aceh Ikuti Pelatihan Adopsi AI, Pemkot Siapkan Lanjutan Februari 2027

Kamis, 29 Oktober 2026 • 14:31:01 WIB
400 UMKM Banda Aceh Ikuti Pelatihan Adopsi AI, Pemkot Siapkan Lanjutan Februari 2027
Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal membuka pelatihan adopsi AI bagi 400 pelaku UMKM yang difasilitasi Politeknik Aceh.

BANDA ACEH — Kegiatan yang dibuka Wali Kota Banda Aceh Illiza Sa'aduddin Djamal tersebut difasilitasi Politeknik Aceh. Peserta mendapat materi dasar pemanfaatan AI untuk pengelolaan usaha, mulai dari pencatatan keuangan hingga penyusunan materi promosi.

Illiza menilai teknologi AI bisa mempercepat profesionalisme pengelolaan usaha kecil. Menurutnya, pelaku UMKM tidak perlu mengeluarkan biaya besar untuk mengembangkan bahan promosi.

"Karena perkembangan AI hari ini sangat bisa memberikan dukungan, bantuan agar percepatan pengelolaan usaha itu menjadi lebih profesional baik bagaimana menyangkut tentang pengelolaan keuangan, kemudian pola cara bagaimana mempromosikan lebih dengan menarik," ujarnya.

AI Diminta Tetap Jadi Alat Pendukung, Bukan Pengganti Pengusaha

Wali Kota menegaskan AI tidak boleh menggantikan peran pelaku usaha dalam mengambil keputusan bisnis. Pemanfaatan teknologi itu harus tetap disertai tanggung jawab.

"Tetapi juga AI ini harus dimanfaatkan dengan baik, dengan bertanggung jawab karena memang ini hanya sifatnya supporting untuk percepatan agar usahanya menjadi lebih mudah dikelola," tegas Illiza.

Pelatihan di Politeknik Aceh menyasar pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah di kota tersebut. Jumlah peserta mencapai sekitar 400 orang, mayoritas pemilik usaha yang belum memakai perangkat digital berbasis AI.

Pelatihan Lanjutan Libatkan Pelatih dan Startup Lokal Aceh

Pemkot Banda Aceh menyiapkan tahap kedua pada Februari 2027. Pelatihnya akan diambil dari talenta lokal, termasuk pengelola perusahaan rintisan teknologi di Banda Aceh.

Illiza optimistis keterlibatan anak Aceh bisa mempercepat adaptasi UMKM terhadap perubahan teknologi. Sejumlah startup di kota itu dinilainya sudah menghasilkan produk teknologi dengan perkembangan cukup baik.

"Saya optimis kalau mereka akan lebih cepat bisa mengadopsi perubahan zaman dengan menggunakan AI ini, jadi kita gandeng anak Aceh juga dari startup yang sudah menghasilkan produk-produk di bidang teknologi ini juga cukup bagus perkembangan di kota Banda Aceh," ujarnya.

Garuda Spark Jadi Proyek Percontohan Berikutnya

Selain pelatihan AI, Pemkot Banda Aceh menyiapkan proyek percontohan Garuda Spark. Program itu akan didukung Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) bersama Banda Aceh Academy.

Garuda Spark direncanakan menempati gedung yang sedang dipersiapkan dan ditargetkan rampung pada akhir 2026. Fasilitas tersebut diharapkan mendorong lahirnya lebih banyak perusahaan rintisan di Banda Aceh.

Bagi peserta pelatihan, tahap dasar ini menjadi pintu masuk sebelum pendampingan lanjutan tahun depan. Pemkot belum merinci jumlah peserta yang akan diterima pada angkatan kedua.

Follow www.redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: infopublik.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks