Pencarian

Saham BBNI Bangkit ke Rp3.400, Valuasi Bank BUMN Mulai Dilirik Analis

Kamis, 29 Oktober 2026 • 14:36:31 WIB
Saham BBNI Bangkit ke Rp3.400, Valuasi Bank BUMN Mulai Dilirik Analis
Saham BBNI kembali ke level Rp3.400 per saham pada penutupan Rabu (28/10/2026).

ACEH — Saham PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk atau BBNI kembali ke level Rp3.400 per saham pada penutupan Rabu (28/10/2026), setelah sempat tertekan ke kisaran Rp2.800-an akibat isu reklasifikasi indeks MSCI. Kinerja solid kuartal III 2026 dinilai menjadi katalis pemulihan harga saham perbankan Himbara. Analis melihat koreksi tajam justru membuat valuasi bank pelat merah lebih menarik bagi investor jangka menengah hingga panjang.

Kinerja keuangan solid PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk pada kuartal III 2026 menjadi penopang utama pemulihan harga saham perbankan Himpunan Bank Milik Negara. Penguatan fundamental itu meredam tekanan pasar yang muncul setelah investor khawatir soal isu reklasifikasi indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI). Sentimen risk-off pemodal global sempat menekan saham-saham berkapitalisasi pasar besar, termasuk kelompok bank BUMN.

Tekanan itu membuat saham BBNI terkoreksi ke level Rp2.800-an pada pertengahan Oktober 2026. Setelah laporan keuangan kuartal ketiga dipublikasikan, harga saham BBNI rebound ke kisaran Rp3.400 per saham, mendekati posisi sebelum isu MSCI bergulir.

Kinerja BNI Kuartal III 2026

Hingga kuartal III 2026, BNI membukukan laba operasional sebelum pencadangan (pre-provision operating profit/PPOP) Rp27,5 triliun, tumbuh 11,6 persen secara tahunan (year-on-year/YoY). Pendapatan bunga bersih (net interest income/NII) naik 13,6 persen YoY menjadi Rp33,2 triliun.

Laba bersih BNI tumbuh 6,6 persen YoY menjadi Rp16,1 triliun. Penyaluran kredit meningkat 22,2 persen YoY mencapai Rp992,5 triliun, diiringi kenaikan dana murah (current account savings account/CASA) 19,6 persen YoY menjadi Rp733,7 triliun. Rasio kredit bermasalah (Non-Performing Loan/NPL) gross membaik ke posisi 1,9 persen.

Kekuatan fundamental serupa ditunjukkan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI). Bank Mandiri membukukan laba bersih konsolidasi Rp45,5 triliun, melesat 20,7 persen YoY hingga September 2026.

Valuasi Jadi Daya Tarik Setelah Koreksi

Senior Technical Analyst Mirae Asset Sekuritas Indonesia M. Nafan Aji Gusta menilai tekanan terhadap saham Himbara, khususnya BBNI, BBRI, dan BMRI, dipicu meningkatnya ketidakpastian soal potensi pergeseran alokasi portofolio dana investasi pasif global. Koreksi tajam itu justru memunculkan daya tarik valuasi saham bank pelat merah.

"Selain itu, investor mulai mencermati valuasi saham perbankan yang relatif lebih menarik setelah koreksi serta ekspektasi terhadap kinerja keuangan kuartal III 2026," kata Nafan di Jakarta, Kamis (29/10/2026).

Nafan menambahkan, saham perbankan pelat merah punya likuiditas tinggi. Karena itu, saham kelompok ini menjadi pilihan utama investor institusi ketika kembali melakukan akumulasi portofolio.

"Kinerja fundamental yang baik dapat menjadi katalis positif bagi saham BBNI dan BMRI melalui peningkatan ekspektasi laba, penguatan kepercayaan investor, serta potensi penilaian ulang valuasi saham atau re-rating," jelas Nafan.

Yang Perlu Dicermati Investor

Nafan mengingatkan investor untuk tetap mencermati kualitas pertumbuhan bank secara menyeluruh. Beberapa indikator yang perlu dipantau adalah pergerakan margin bunga bersih (Net Interest Margin/NIM), biaya dana (Cost of Fund/CoF), rasio efisiensi (Cost to Income Ratio/CIR), hingga biaya risiko kredit (Cost of Credit).

"Dalam kondisi pasar yang masih sensitif terhadap isu MSCI, respons harga saham tidak selalu langsung mencerminkan kinerja keuangan emiten," ujar Nafan.

Menurut dia, fundamental emiten perbankan cenderung menjadi penopang jangka menengah hingga panjang. Pergerakan jangka pendek masih dipengaruhi konsistensi arus modal asing, stabilitas nilai tukar rupiah, dan kepastian kebijakan indeks global.

"Saya melihat prospek saham-saham Himbara masih menarik untuk dicermati secara selektif, terutama bagi investor dengan horizon investasi menengah hingga panjang," pungkas Nafan.

Rebound BBNI ke Rp3.400 menunjukkan pasar mulai menimbang ulang risiko isu MSCI terhadap kinerja riil bank BUMN. Dengan laba bersih yang tetap tumbuh dan NPL gross di bawah 2 persen, perhatian investor dalam beberapa bulan ke depan akan tertuju pada seberapa konsisten arus modal asing kembali ke saham perbankan pelat merah.

Follow www.redaksiaceh.com

Add this site to your preferred sources on Google

Add to preferred sources
Bagikan
Sumber: stabilitas.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks