BANDA ACEH — Harga emas perhiasan di pasar tradisional Banda Aceh tercatat naik menjadi Rp8.050.000 per mayam pada Senin (15/6/2026). Angka ini menunjukkan kenaikan dari posisi sebelumnya yang sempat turun ke kisaran Rp7,8 juta per mayam dalam beberapa hari terakhir. Kenaikan harga tersebut belum termasuk ongkos pembuatan atau biaya desain yang biasanya dibebankan secara terpisah oleh pengrajin dan toko emas.
Tidak hanya emas perhiasan, harga emas batangan produksi PT Aneka Tambang Tbk. (Antam) juga mengalami penguatan di hari yang sama. Para pedagang di Banda Aceh menyebut pergerakan harga ini mengikuti tren harga acuan emas di pasar global yang kembali menghijau. Fluktuasi harga emas di tingkat lokal biasanya merespons pergerakan harga internasional dalam satu hingga dua hari sebelumnya.
Meski harga kembali naik, sebagian pembeli di Banda Aceh terlihat masih menahan diri untuk tidak melakukan transaksi dalam jumlah besar. Beberapa pedagang melaporkan bahwa transaksi didominasi oleh pembelian emas untuk kebutuhan perhiasan sehari-hari, bukan untuk investasi jangka pendek. Pola ini kerap terjadi ketika harga sedang dalam fase naik setelah sempat turun, di mana pembeli cenderung menunggu kestabilan harga lebih dulu.
Di Aceh, satuan mayam masih menjadi standar utama dalam transaksi emas perhiasan. Satu mayam setara dengan kurang lebih 3,3 gram. Penggunaan satuan lokal ini membuat harga emas di Banda Aceh kerap berbeda secara nominal dengan harga di kota-kota besar lain di Indonesia, meskipun tren pergerakannya tetap mengacu pada harga emas Antam dan pasar global.