Pencarian

Perawat di Manggarai Timur Tewas Gantung Diri Usai Bekap Anak, Tertekan Gugatan Cerai Istri

Senin, 15 Juni 2026 • 18:52:02 WIB
Perawat di Manggarai Timur Tewas Gantung Diri Usai Bekap Anak, Tertekan Gugatan Cerai Istri
Perawat di Manggarai Timur ditemukan tewas gantung diri di rumahnya bersama putra kandungnya.

ACEH — Seorang perawat berinisial YGRD (34) ditemukan tewas gantung diri di rumahnya di Kampung Golo Pering, Desa Golo Lero, Kecamatan Lamba Leda Timur, Kamis (11/6/2026) sore. Tak jauh dari lokasi, petugas menemukan putra kandungnya, ABZD (7), dalam kondisi tak bernyawa di atas tempat tidur.

Kapolres Manggarai Timur AKBP Haryanto melalui Kasat Reskrim IPTU Ahmad Zacky Shodri mengungkapkan, dari hasil olah tempat kejadian perkara (TKP) dan visum, korban anak diduga meninggal karena kekurangan oksigen. "Dokter menduga korban dibekap hingga tidak dapat bernapas," ujarnya, Senin (15/6/2026).

Kronologi Penemuan dan Dugaan Kekerasan pada Anak

Peristiwa pertama kali diketahui oleh ibu dan adik kandung korban yang baru pulang dari Borong sekitar pukul 16.00 WITA. Mereka mendapati rumah terkunci dari dalam dan anak korban terlihat terbaring tak bergerak melalui jendela. Setelah dibantu tetangga membuka pintu, korban dewasa ditemukan tergantung di balok plafon rumah menggunakan tali nilon biru.

Petugas menemukan lebam di pelipis kanan dan cairan berbusa di hidung korban anak, yang memperkuat dugaan pembekapan. Sementara itu, luka lebam di leher korban dewasa konsisten dengan kematian akibat jeratan tali. "Sementara kami menduga korban terlebih dahulu membekap anaknya hingga meninggal dunia, kemudian mengakhiri hidupnya sendiri," kata IPTU Ahmad Zacky Shodri.

Tekanan Rumah Tangga dan Riwayat Penyakit Jadi Pemicu

Keluarga korban mengungkapkan bahwa YGRD tengah menghadapi tekanan berat. Ia diketahui memiliki riwayat penyakit dan baru saja digugat cerai oleh istrinya. Sejak gugatan dilayangkan, korban tinggal terpisah dan membawa anaknya pulang ke kampung halaman, yang menyebabkan sang anak sempat tidak bersekolah.

Di lokasi kejadian, polisi juga menemukan kotak berisi obat-obatan, antara lain antibiotik, obat antimual, dan obat program. "Diduga latar belakangnya adalah tekanan batin akibat masalah rumah tangga dan kondisi kesehatan yang diderita korban," sambung Kasat Reskrim.

Penyelidikan Berlanjut, Keluarga Sudah Makamkan Kedua Korban

Meski kondisi TKP sempat berubah karena telah ditangani keluarga sebelum polisi tiba, penyelidikan tetap berjalan. Polisi masih memeriksa sejumlah saksi dan mengumpulkan barang bukti untuk memastikan tidak ada pihak lain yang terlibat. "Jenazah kedua korban telah diserahkan kepada keluarga untuk dimakamkan sesuai adat dan agama," tegasnya.

Bagi Anda atau keluarga yang mengalami tekanan psikologis dan dorongan untuk menyakiti diri sendiri, jangan ragu menghubungi tenaga kesehatan jiwa di puskesmas atau rumah sakit terdekat. Bantuan juga tersedia melalui aplikasi Sahabatku atau Call Center Halo Kemenkes 1500-567 yang beroperasi 24 jam.

Bagikan
Sumber: liputan6.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks