Pencarian

BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan Aceh hingga Natuna, Nelayan Diminta Waspada 30 Mei–2 Juni 2026

Minggu, 31 Mei 2026 • 11:57:01 WIB
BMKG Peringatkan Gelombang Tinggi 4 Meter di Perairan Aceh hingga Natuna, Nelayan Diminta Waspada 30 Mei–2 Juni 2026
BMKG mengeluarkan peringatan gelombang tinggi hingga 4 meter di perairan Aceh hingga Natuna pada 30 Mei–2 Juni 2026.

ACEH — Nelayan dan operator kapal di provinsi paling barat Indonesia ini harus ekstra waspada selama lima hari ke depan. BMKG mendeteksi pola angin dengan kecepatan hingga 25 knot yang memicu terbentuknya gelombang tinggi di sejumlah titik kritis perairan Indonesia.

Perairan Mana Saja yang Terdampak?

BMKG merinci, gelombang setinggi 2,5 hingga 4,0 meter berpotensi melanda Samudra Hindia barat Aceh hingga Kepulauan Natuna. Kondisi ini masuk kategori berbahaya bagi kapal nelayan tradisional yang umumnya beroperasi di perairan tersebut.

Selain itu, gelombang kategori sedang setinggi 1,25 hingga 2,5 meter juga diprediksi terjadi di perairan yang lebih luas, meliputi Selat Malaka bagian utara, perairan utara Sabang, dan Laut Natuna. Meski lebih rendah, kondisi ini tetap berisiko bagi kapal dengan tonase kecil.

Batas Aman Pelayaran yang Harus Dipatuhi

Direktur Meteorologi Maritim BMKG, Eko Prasetyo, menegaskan bahwa setiap jenis kapal memiliki ambang batas aman yang berbeda. "Potensi gelombang tinggi di beberapa wilayah tersebut dapat berisiko terhadap keselamatan pelayaran," ujarnya dalam keterangan resmi di Jakarta, Sabtu.

BMKG mengingatkan operator kapal untuk tidak memaksakan diri berlayar jika kondisi melebihi batas aman operasional. Kapal nelayan kecil dan kapal barang berukuran menengah menjadi yang paling rentan terhadap gelombang setinggi empat meter ini.

Risiko Nyata bagi Nelayan Tradisional

Peringatan ini menjadi alarm serius bagi nelayan di pesisir barat Aceh yang selama ini menggantungkan hidup dari hasil laut. Dengan tinggi gelombang mencapai 4 meter, aktivitas menangkap ikan di laut lepas sangat tidak disarankan.

BMKG mengimbau masyarakat pesisir untuk memantau informasi cuaca maritim secara berkala. Bagi yang tetap melaut, perlengkapan keselamatan seperti life jacket dan pelampung darurat wajib disiapkan.

Apa yang Memicu Gelombang Tinggi Ini?

Fenomena ini dipicu oleh pola tekanan udara rendah yang memperkuat kecepatan angin di wilayah barat Indonesia. Angin dengan kecepatan hingga 25 knot tersebut mendorong massa air laut sehingga membentuk gelombang dengan ketinggian signifikan.

BMKG terus memantau perkembangan kondisi cuaca dan akan memperbarui peringatan jika terjadi perubahan pola angin atau gelombang. Masyarakat diminta tidak mengabaikan imbauan ini demi keselamatan bersama.

Bagikan
Sumber: kompas.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks