Pencarian

Nissan Pelajari Cara China Kebut Pengembangan Mobil Baru, Waktu Produksi Dipangkas Jadi 2,5 Tahun

Rabu, 17 Juni 2026 • 02:06:01 WIB
Nissan Pelajari Cara China Kebut Pengembangan Mobil Baru, Waktu Produksi Dipangkas Jadi 2,5 Tahun
Nissan mempercepat pengembangan mobil baru dengan mengadopsi metode produksi ala China.

JAKARTA — Nissan Motor memutuskan untuk mengadopsi metode pengembangan ala China guna mempercepat peluncuran model baru. Presiden Nissan Ivan Espinosa mengatakan pihaknya akan memangkas waktu pengembangan menjadi hanya 30 bulan, atau sekitar 2,5 tahun, dengan memanfaatkan AI dan alat digital secara masif.

Produk pertama yang lahir dari strategi anyar ini adalah generasi terbaru Nissan Skyline. Masa pengembangannya berhasil ditekan menjadi 26 bulan, lebih cepat 55 bulan dari siklus sebelumnya.

Bagaimana Nissan Meniru Strategi China?

Espinosa mengungkapkan bahwa pengembangan lebih cepat dimungkinkan setelah Nissan mempelajari ilmu dari mitra usaha patungannya di China, Dongfeng Motor. Mobil listrik Dongfeng Nissan N7 yang meluncur pada April 2025 menjadi bukti pertama, dengan periode pengembangan hanya dua tahun.

“Saat ini Tiongkok menetapkan standar industri masa depan dalam hal teknologi, daya saing biaya, dan waktu pengembangan,” kata Espinosa dalam wawancara dengan Nikkei Asia, Jumat (12/6). “Belajar dari Tiongkok dan mengekspor pengetahuan dari Tiongkok.”

Nissan akan menerapkan strategi ini untuk 90 persen pengembangan kendaraan mulai tahun fiskal 2026. Perusahaan menyebut, pengembangan lebih cepat memungkinkan mereka merespons preferensi konsumen dan perubahan kebijakan negara secara lebih gesit.

Target Penjualan dan Model Baru yang Akan Dirilis

Nissan berencana meluncurkan tujuh model baru dalam kurun waktu sekitar satu tahun. Dimulai dengan Leaf EV terbaru yang mulai dijual pada Januari, disusul Skyline yang telah dihidupkan kembali. Espinosa menyebut ini sebagai laju peluncuran model tercepat dalam sejarah Nissan.

Perusahaan juga akan membuat sasis standar dan komponen inti untuk mengembangkan sejumlah model dalam satu keluarga. Sasis pertama ditujukan untuk mobil keluarga yang diproduksi di pabrik Nissan di Canton, Mississippi, Amerika Serikat.

Nissan menargetkan meluncurkan lima SUV dan pikap, termasuk di bawah merek mewah Infiniti, serta satu model untuk Mitsubishi Motors. Semua model diperkirakan meluncur setidaknya pada tahun fiskal 2028.

Strategi Global dan Target Pasar Jepang

Nissan berencana menguasai 80 persen penjualan global dengan total tiga model keluarga, termasuk mobil keluarga ringkas di Jepang. Perusahaan memasang target penjualan 550.000 unit per tahun di Jepang pada tahun fiskal 2030, yang membutuhkan peningkatan 40 persen selama lima tahun ke depan.

Penjualan global Nissan pada tahun fiskal 2025 turun 6 persen dibandingkan 2024 menjadi 3,15 juta unit. Di Jepang, penjualan turun 13 persen menjadi sekitar 400 ribu unit.

Espinosa juga mengatakan Nissan sedang mengerjakan versi selanjutnya dari mobil sport ikonik GT-R, meski detailnya belum diumumkan.

Bagikan
Sumber: posaceh.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks