BANDA ACEH — Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Embarkasi Aceh mencatat enam kelompok terbang (kloter) telah diberangkatkan menuju Tanah Suci. Seluruh jamaah yang sudah tiba saat ini berada di dua kota suci, Makkah dan Madinah.
Mayoritas jamaah telah berada di Makkah. Sementara itu, 393 jamaah lainnya masih berada di Madinah.
“Kloter satu sudah berada di Madinah, dan insyaallah hari Kamis (14/5) mereka sudah menuju ke Makkah,” kata Arijal, perwakilan PPIH Embarkasi Aceh.
Kloter pertama mendarat di Bandara Madinah. Adapun kloter kedua hingga ke-14 dijadwalkan langsung menuju Bandara Jeddah, kemudian melanjutkan perjalanan ke Makkah.
Seluruh jamaah calon haji asal Aceh ditempatkan di sektor enam kawasan Jarwal. Lokasi ini berjarak sekitar 2,6 kilometer dari Masjidil Haram.
PPIH memastikan akomodasi dan transportasi jamaah telah disiapkan selama berada di Tanah Suci.
PPIH mencatat enam jamaah mengalami penundaan keberangkatan meski sebelumnya telah mendapatkan kursi penerbangan. Penundaan tersebut disebabkan oleh faktor kesehatan.
“Jumlah keseluruhan open seat atau tertunda keberangkatan karena alasan kesehatan ada enam orang, yaitu tiga orang di kloter enam, dua dari kloter dua, dan satu orang dari kloter tiga,” ujar Arijal.
Para jamaah yang tertunda akan dijadwalkan ulang setelah kondisi kesehatannya dinyatakan layak terbang.
PPIH Embarkasi Aceh mengimbau keluarga dan masyarakat memberikan kesempatan kepada para jamaah beristirahat selama berada di asrama haji. Pertemuan yang terlalu lama sebelum keberangkatan dinilai dapat menguras energi jamaah.
“Berikan ruang dan waktu kepada jamaah yang sedang berada di Embarkasi Aceh. Jangan memaksakan diri untuk bertemu atau bercengkrama terlalu lama dengan jamaah di Asrama Haji,” demikian Arijal.
Proses pemberangkatan kloter berikutnya masih berlangsung secara bertahap hingga seluruh 5.426 jamaah calon haji asal Aceh diberangkatkan ke Tanah Suci.