BANDA ACEH — Perjuangan Mr. Saheed Hawee menempuh pendidikan di tanah rantau akhirnya membuahkan hasil. Mahasiswa asal Patani, Thailand, ini resmi menyelesaikan studi dan tugas akhirnya di Program Studi Ilmu Politik, Fakultas Ilmu Sosial dan Pemerintahan Universitas Islam Negeri (UIN) Ar-Raniry Banda Aceh, Kamis (14/5/2026).
“Hal pertama dipikiran waktu saya ucapkan alhamdulillah dalam hati syukur atas keusahaan saya dalam berjuang menulis karya skripsi sampai selesai,” ungkap Saheed mengenang momen kelulusannya.
Perjalanan akademik Saheed tidak berlangsung mulus. Ia pertama kali menginjakkan kaki di Aceh pada tahun akademik 2019/2020 dan langsung dihadapkan pada sejumlah tantangan adaptasi. Mulai dari bahasa Indonesia, bahasa daerah, hingga adat istiadat setempat menjadi hambatan awal yang harus ia taklukkan.
“Pertama dari segi bahasa, bahasa Indonesia dan bahasa daerah. Kedua di segi adat istiadat di lingkungan atau pergaulan sosial. Kerana untuk menyesuaikan diri terhadap apa yang akan hadapi,” katanya.
Meski sempat mengalami gegar budaya (culture shock), Saheed tetap melanjutkan proses studinya hingga tahap penyusunan skripsi. Ia memilih topik penelitian yang secara spesifik berkaitan dengan kondisi wilayah asalnya di Patani, Thailand selatan.
“Salah satu untuk menyebarkan hal-hal yang terjadi di wilayah kami dan keadaan situasi di wilayah kami. Maka tertarik bagi saya dalam memilih judul tersebut,” jelasnya.
Baginya, skripsi itu bukan sekadar syarat kelulusan, melainkan juga medium untuk memperkenalkan dinamika sosial-politik di Patani kepada khalayak yang lebih luas. Motivasi terbesarnya justru datang dari kampung halaman.
“Motivasi saya adalah ibu saya, keluarga saya dan masyarakat disana dikarenakan saya sebagai mahasiswa kuliah di luar nagara yang membawa amanah besar yang berganding di bahu setiap waktu,” ujarnya.
Dalam menyusun skripsi, Saheed dibimbing oleh Prof. Dr. phil. Saiful Akmal, M.A. dan Danil Akbar Taqwadin B.IAM., MSc., Ph.D. Sidang skripsinya diuji oleh Ramzi Murziqin, M.A. serta Arif Akbar, M.A. selaku Ketua dan Sekretaris Program Studi Ilmu Politik FISIP UIN Ar-Raniry.
“Semuanya selalu dukungan, selalu memberi semangat dan dosen pembimbing selalu bimbing saya sampai selesai,” tambahnya.
Selama menjadi mahasiswa, Saheed tidak hanya fokus pada akademik. Ia tercatat aktif dalam berbagai kegiatan sosial kemanusiaan dan sempat menjabat sebagai Ketua Himpunan Mahasiswa Pattani Thailand selama menempuh pendidikan di Aceh.
Keputusan Saheed memilih Aceh sebagai tempat menimba ilmu bukan tanpa alasan. Informasi dari para alumni yang lebih dulu berkuliah di provinsi ujung Sumatra itu menjadi pertimbangan utama. Menurutnya, suasana sosial dan budaya Aceh sangat dekat dengan kehidupan masyarakat Patani.
“Salah satu hal dari informasi para alumni yang membuat saya tertarik dengan Aceh adalah syariat, budaya, dan kehidupan sosialnya. Selain itu, alasan saya memilih kuliah di UIN Ar-Raniry adalah karena kampus ini baik dan unggul,” tuturnya.
Selama tinggal di Aceh, Saheed mengaku nyaman karena lingkungan sosialnya tidak jauh berbeda dengan daerah asalnya. “Khususnya di aceh yaitu dalam sosial lingkungan disini sangat tidak beda dengan suasana di wilayah saya, baik pakaian keislaman, lingkungan sangat aman tidak keributan dan lain-lain,” kenangnya.
Setelah menyelesaikan S1, Saheed berencana melanjutkan pendidikan ke jenjang magister jika ada kesempatan. Ia berharap ilmu yang diperoleh selama di Aceh dapat dibaktikan untuk masyarakat di tanah kelahirannya.
“InsyaAllah jika ada kesempatan akan lanjut S2 lagi dan dalam saya menuntut ilmu akan membaktikan di tanah air,” tutupnya.