Pencarian

Taufiq Ismail Bagikan Kunci Menulis Puisi di SMAN 10 Banda Aceh

Minggu, 03 Mei 2026 • 10:00:12 WIB
Taufiq Ismail Bagikan Kunci Menulis Puisi di SMAN 10 Banda Aceh
Taufiq Ismail membagikan tips menulis puisi dalam acara Puitika Nasional di SMAN 10 Banda Aceh.

BANDA ACEH — Sastrawan nasional Taufiq Ismail menghadiri kegiatan Puitika Nasional di SMAN 10 Banda Aceh pada Senin (27/4/2026). Kehadiran tokoh sastra angkatan 66 tersebut disambut antusias oleh ratusan siswa dan guru yang memadati lokasi acara sejak pagi.

Agenda literasi ini menghadirkan diskusi interaktif mengenai proses kreatif dalam kepenulisan. Kepala Bidang SMA dan PKLK Dinas Pendidikan Aceh, Syarwan Joni, menegaskan bahwa sastra merupakan instrumen penting dalam membentuk daya pikir kritis generasi muda di lingkungan sekolah.

Peran Sastra dalam Pembentukan Karakter Siswa

Pendidikan tidak hanya mengejar nilai akademik di atas kertas. Syarwan Joni menekankan pentingnya menumbuhkan kepekaan dan imajinasi melalui literasi. Ia berharap momentum kehadiran tokoh nasional ini mampu mendekatkan siswa pada dunia penulisan secara lebih mendalam.

"Pendidikan tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga harus mampu menumbuhkan kepekaan, imajinasi, serta daya pikir kritis peserta didik," ujar Syarwan Joni.

Dinas Pendidikan Aceh memandang kegiatan seperti Puitika Nasional sebagai langkah konkret untuk memperkuat karakter. Lewat sastra, siswa diajak untuk melihat realitas sosial dengan sudut pandang yang lebih jujur dan reflektif.

Rahasia Proses Kreatif dan Ketekunan Menulis Taufiq Ismail

Taufiq Ismail tampil bersama penyair LK Ara membacakan sejumlah puisi legendaris di hadapan para siswa. Dalam sesi utama, ia membagikan kisah perjalanan kepenulisannya yang dimulai dari kegemaran membaca dan berdiskusi sejak usia muda.

Proses kreatif seorang penulis tidak terjadi secara instan. Taufiq mengakui pernah mencoba menulis novel namun merasa tidak cocok karena formatnya yang terlalu panjang. Ia akhirnya memilih fokus menekuni puisi sebagai medium ekspresi utamanya.

"Puisi yang baik lahir dari proses. Tulis berulang-ulang, rasakan, dan tuangkan dengan tulus," kata Taufiq Ismail saat memberikan pesan kepada para pelajar.

Ia juga mengingatkan agar penulis muda tidak tergesa-gesa dalam mempublikasikan karya. Kesabaran dalam mengasah tulisan melalui proses revisi yang panjang menjadi kunci untuk menghasilkan karya yang berkualitas dan memiliki daya tahan lama.

Mengapa Diskusi Penting dalam Budaya Literasi Sekolah?

Membaca buku saja tidak cukup untuk mendalami sebuah karya sastra. Taufiq Ismail mendorong pihak sekolah untuk aktif menyediakan ruang diskusi bagi para siswa. Tanpa dialog, pemahaman terhadap sebuah bacaan seringkali hanya menyentuh permukaan saja.

Penyair LK Ara yang turut hadir memberikan motivasi tambahan mengenai pentingnya menjaga kesehatan mental dalam berkarya. Semangat untuk terus menulis harus dibarengi dengan kondisi psikologis yang stabil agar pesan dalam karya sampai kepada pembaca.

Acara yang dipandu oleh Pikar W. Eda ini berlangsung dinamis. Para siswa dan guru tampak aktif mengajukan pertanyaan teknis mengenai cara memulai tulisan. Interaksi ini menunjukkan tingginya minat literasi di kalangan pelajar Banda Aceh jika diberikan ruang yang tepat.

Kegiatan Puitika Nasional ini diharapkan menjadi pemantik bagi sekolah-sekolah lain di Aceh untuk memperkuat fasilitas perpustakaan. Penyediaan koleksi buku sastra yang beragam menjadi syarat mutlak dalam mendukung ekosistem literasi yang sehat di lingkungan pendidikan.

Bagikan
Sumber: infopublik.id

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks