ACEH BESAR — Krisis air bersih menahun di Gampong Lambleut, Kecamatan Darul Kamal, Aceh Besar, akhirnya menemui solusi. Lewat program "Jaga Air Bersih untuk Desa", Abpednas bersama PT SUCOFINDO dan Kejaksaan RI meresmikan pembangunan sumur bor perdana di wilayah tersebut.
Proyek strategis ini menyasar 70 titik sumur di seluruh Indonesia. Prosesi pengerjaan diawali upacara adat peusijuek oleh tokoh agama di Meunasah Gampong Lambleut, berlanjut dengan pengoperasian perdana mesin pengeboran sumur.
Keluhan Warga: Air Asin, Kuning, dan Berkapur
Kualitas air di Gampong Lambleut memprihatinkan, terutama di sisi timur desa. Keuchik Bahrunnazar mengungkapkan, meski sumber air di dekat meunasah cukup baik, area pemukiman lain justru bermasalah.
“Sebagian warga terpaksa menggunakan air kurang layak untuk kebutuhan sehari-hari,” ujar Bahrunnazar. Air di wilayah timur cenderung asin, berwarna kuning, dan mengandung kapur tinggi, sehingga menyulitkan 300 kepala keluarga.
Sumur bor ini akan memutus ketergantungan warga pada sumber air tidak layak. Kehadirannya krusial karena sektor pertanian setempat selama ini hanya mengandalkan tadah hujan tanpa sistem irigasi teknis.
Target 70 Titik Sumur di Seluruh Indonesia
Ketua Umum Abpednas, Indra Utama, menegaskan infrastruktur air bersih adalah fondasi kualitas hidup masyarakat desa. Program ini menyasar wilayah operasional PT SUCOFINDO dari Sumatera hingga Papua.
“Air bersih adalah fondasi kesehatan, produktivitas, dan kualitas hidup,” kata Indra. Ia ingin memastikan pembangunan menjangkau desa-desa yang paling membutuhkan melalui kolaborasi lintas sektor.
Inisiatif ini diproyeksikan memberi manfaat bagi 3.500 hingga 7.000 jiwa. Langkah tersebut sejalan dengan target Sustainable Development Goals (SDGs) poin keenam mengenai akses air bersih dan sanitasi layak.
Sinergi BUMN dan Pemerintah Daerah
Kepala DPMG Aceh Besar, Jakfar, mengapresiasi penunjukan Gampong Lambleut sebagai lokasi kick off. Ia mengakui keterbatasan anggaran daerah sering menghambat percepatan pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat di pelosok.
“Alhamdulillah, masyarakat terbantu melalui program ini. Kami berharap desa lain juga memperoleh bantuan serupa ke depannya,” tutur Jakfar.
PT SUCOFINDO menjamin kualitas air melalui pengujian laboratorium ketat. Kepala Unit TJSL PT SUCOFINDO, Nuri Hidayat, menyebut perusahaan memiliki layanan pengujian terakreditasi untuk menjamin keamanan konsumsi warga.
“Program ini menandai 70 tahun kontribusi SUCOFINDO bagi Indonesia,” kata Nuri. Langkah tersebut sekaligus menerapkan prinsip Environmental, Social, and Governance (ESG) guna mendukung ketahanan air nasional.