Pencarian

Tabungan Haji BSI Tembus 7,25 Juta Nasabah, 1,2 Juta di Antaranya Generasi Muda

Rabu, 13 Mei 2026 • 13:05:57 WIB
Tabungan Haji BSI Tembus 7,25 Juta Nasabah, 1,2 Juta di Antaranya Generasi Muda
Tabungan Haji BSI raih 7,25 juta nasabah dengan 1,2 juta generasi muda.

JAKARTA — Dari total 7,25 juta nasabah Tabungan Haji BSI tersebut, sebanyak 1,2 juta di antaranya merupakan generasi milenial dan Gen-Z. Angka ini menjadi sinyal bahwa minat anak muda terhadap perencanaan ibadah haji sejak dini semakin kuat.

Direktur Utama BSI Anggoro Eko Cahyo menyebut tabungan haji telah menjadi mesin pertumbuhan utama perseroan. “Tabungan saat ini menjadi engine growth BSI termasuk dari Tabungan Haji,” ujarnya dalam paparan kinerja triwulan I 2026, Selasa (12/5/2026).

Secara keseluruhan, jumlah nasabah BSI tumbuh 9,26 juta sejak merger pada 1 Februari 2021. Khusus pada tiga bulan pertama tahun ini, bertambah 0,5 juta nasabah sehingga totalnya mencapai 23,7 juta.

Dominasi Pasar Haji Nasional

BSI menguasai lebih dari separuh pangsa pasar pendaftaran haji nasional. Data perseroan menunjukkan market share BSI naik dari 49,5 persen pada 2023 menjadi 53,6 persen pada 2025.

Dari total 422.300 pendaftar haji nasional pada 2025, sebanyak 226.400 orang mendaftar melalui BSI. Untuk fase keberangkatan tahun ini, 83,5 persen dari total kuota keberangkatan adalah jemaah yang mendaftar lewat bank syariah pelat merah tersebut.

Direktur Sales and Distribution Anton Sukarna menambahkan, kemudahan pembukaan rekening melalui platform BYOND by BSI dan berbagai kampanye program haji nasional menjadi faktor pendorong peningkatan jumlah pendaftar setiap tahun.

Dana Murah dan Aset Tumbuh Double Digit

Pertumbuhan customer base mendorong Dana Pihak Ketiga (DPK) BSI pada triwulan I 2026 tumbuh 18 persen secara tahunan menjadi Rp376,8 triliun. Yang menarik, pertumbuhan terjadi pada segmen dana murah (CASA) di mana giro naik 24,17 persen dan tabungan tumbuh 20,18 persen.

Total dana murah mencapai Rp236,2 triliun, tumbuh 21,36 persen secara tahunan. Kondisi ini berkontribusi pada penurunan biaya dana ke level 2,12 persen.

Total aset BSI per Maret 2026 naik menjadi Rp460,1 triliun, mengantarkan bank syariah ini masuk jajaran lima besar bank di Indonesia setelah resmi berstatus sebagai bank persero pada 23 Januari 2026.

Bisnis Emas Dorong Pendapatan Berbasis Biaya

BSI merupakan satu-satunya bank di Indonesia yang mengantongi lisensi ganda: bank syariah dan bank emas. Lisensi emas terbukti meningkatkan inklusivitas, ditandai dengan naiknya jumlah nasabah non-Muslim menjadi 12 persen.

Pendapatan berbasis biaya (fee based income/FBI) BSI pada triwulan I 2026 mencapai Rp2,09 triliun, naik 22,98 persen secara tahunan. Bisnis emas menjadi kontributor tertinggi dengan porsi 33,69 persen atau Rp705 miliar—tumbuh 125 persen secara tahunan.

Pembiayaan gadai emas BSI tumbuh 58,3 persen, sementara layanan E-mas mencatat pertumbuhan lebih dari 2.700 persen. “Keunikan dual licence menghasilkan kinerja BSI yang sehat dan profit sustain,” kata Direktur Finance and Strategy Ade Cahyo Nugroho.

Kualitas Pembiayaan Terjaga, Laba Bersih Naik 17,1 Persen

Total pembiayaan BSI tumbuh 14,39 persen secara tahunan menjadi Rp329 triliun, dengan fokus pada segmen konsumer. Mayoritas pembiayaan (72,37 persen) disalurkan ke segmen konsumer dan ritel, sisanya ke segmen wholesale.

Kualitas pembiayaan tetap sehat dengan rasio pembiayaan bermasalah (non-performing financing/NPF) gross sebesar 1,8 persen, membaik dari 1,88 persen pada periode sebelumnya. NPF nett berada di kisaran 0,38 persen.

Pada triwulan I 2026, BSI membukukan laba bersih Rp2,2 triliun, tumbuh 17,1 persen secara tahunan. Rasio pengembalian aset (ROA) tercatat 2,53 persen dan pengembalian ekuitas (ROE) 19,36 persen.

Selain kinerja keuangan, BSI juga menyalurkan pembiayaan untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) sebesar Rp198 miliar kepada 211 dapur MBG, serta menyalurkan KUR kepada 17.732 nasabah. Di sektor perumahan, BSI menyalurkan Fasilitas Likuiditas Pembiayaan Perumahan (FLPP) kepada 894 nasabah pada kuartal I 2026 dengan total pembiayaan rumah bersubsidi mencapai Rp5,7 triliun.

Bagikan
Sumber: beritarakyataceh.com

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks