SABANG — Plh Kepala KPwBI Aceh, Hertha Bastiawan, menyebut nominal yang diedarkan tahun ini naik 25 persen dari tahun 2025 lalu. Ekspedisi ini menjangkau Pulau Weh Sabang, Pulau Nasi dan Breuh di Kabupaten Aceh Besar, Pulau Banyak Aceh Singkil, serta Pulau Simeulue.
Sinergi BI-TNI AL: Menjaga Kedaulatan Lewat Rupiah dan Pertahanan
Hertha menjelaskan, Bank Indonesia memiliki amanat negara untuk mengelola uang rupiah, mulai dari perencanaan pencetakan hingga pemusnahan. Namun, keterbatasan armada membuat BI membutuhkan sinergi dengan TNI AL yang memiliki kekuatan menjangkau seluruh pelosok tanah air.
"Secara substansi, TNI AL berkepentingan menjaga kedaulatan NKRI dengan pertahanan, sementara Bank Indonesia menjaga kedaulatan negara melalui rupiah atau membela negara tanpa senjata," ujar Hertha di Sabang, Kamis.
Ekspedisi ke-10 di 2026: Target 19 Provinsi dan 97 Pulau
Sejak 2012 hingga 2025, Bank Indonesia dan TNI AL telah melaksanakan 150 kali kegiatan kas keliling ke daerah 3T, mengunjungi 766 pulau di 18 provinsi secara nasional. Khusus tahun ini, kedua institusi sepakat memperluas jangkauan layanan kas keliling sebanyak 19 kali ke 19 provinsi dengan target 97 pulau.
"Ekspedisi rupiah berdaulat hari ini merupakan kegiatan ke-10 kalinya di 2026," kata Hertha.
Bukan Hanya Edarkan Uang, BI Juga Tarik Uang Lusuh dan Beri Edukasi
Dalam setiap kunjungan ke pulau-pulau 3T, Bank Indonesia tidak hanya mengedarkan rupiah. Tim juga menarik uang lusuh atau tak layak edar dan menggantinya dengan uang baru. Selain itu, masyarakat diberikan edukasi tentang cinta, bangga, dan paham rupiah.
"Langkah ini untuk meningkatkan kesadaran tentang pentingnya mengenali dan menjaga uang rupiah, karena rupiah merupakan salah satu simbol kedaulatan negara, sehingga masyarakat terhindar dari pemalsuan uang rupiah," ujar Hertha Bastiawan.
Danlanal Sabang: Tantangan Geografis Jangan Jadi Penghalang
Komandan Pangkalan TNI AL (Danlanal) Sabang, Kolonel Laut (P) Sadimin, menegaskan bahwa tantangan geografis tidak boleh menjadi penghalang bagi pembangunan. Sinergitas antara Bank Indonesia dan TNI AL dinilai penting dalam menjaga kedaulatan bangsa dan negara.
"Kolaborasi strategis kita melalui kegiatan ini membawa harapan besar bagi masyarakat Indonesia yang berada di wilayah 3T di Aceh, sehingga mereka bisa dengan mudah mendapatkan dan menggunakan uang layak edar," kata Sadimin.
Ia menginstruksikan para prajurit untuk memberikan yang terbaik kepada tim Bank Indonesia selama perjalanan dan saat berinteraksi dengan masyarakat di pulau-pulau tujuan. Ekspedisi ini menjadi bukti bahwa negara hadir di titik paling ujung NKRI, sekaligus memastikan peredaran uang rupiah yang berkualitas hingga ke pelosok.