BANDA ACEH — Peringatan dini yang diterbitkan pada 1 November 2026 itu menyebut potensi hujan tidak merata di tiga hari pertama bulan ini. Kondisi atmosfer yang mendukung pembentukan awan hujan menjadi pemicu utamanya.
Belokan angin dan konvergensi terpantau berada di wilayah Aceh. Suhu muka laut yang hangat di Samudra Hindia barat Sumatera serta perairan utara dan timur Aceh turut menambah kandungan uap air di atmosfer.
Wilayah Terdampak pada 1 November: Empat Kabupaten
Pada hari pertama, hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai angin kencang berpotensi terjadi di Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Jaya, dan Aceh Selatan.
2 November: Potensi Meluas ke 11 Wilayah
Sehari berikutnya, cakupan wilayah bertambah. Selain empat kabupaten sebelumnya, potensi serupa mencakup Aceh Singkil, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Bener Meriah, Lhokseumawe, Subulussalam, dan Nagan Raya.
3 November: 16 Kabupaten/Kota Masuk Daftar, Aceh Selatan Paling Waspada
Pada 3 November, wilayah yang berpotensi mengalami hujan sedang hingga lebat disertai angin kencang meliputi Aceh Barat, Aceh Barat Daya, Aceh Besar, Aceh Singkil, Aceh Tengah, Aceh Tenggara, Aceh Timur, Aceh Utara, Bener Meriah, Bireuen, Gayo Lues, Kota Langsa, Pidie, Subulussalam, Simeulue, dan Nagan Raya.
Perhatian khusus diberikan kepada Aceh Selatan. Wilayah itu berpotensi mengalami hujan dengan intensitas lebat hingga sangat lebat yang dapat disertai angin kencang.
Mengapa Hujan Bisa Datang Tiba-Tiba pada Sore dan Malam
BMKG mengimbau masyarakat mewaspadai hujan dengan intensitas sedang hingga lebat yang dapat terjadi secara tiba-tiba pada sore hingga malam hari. Pemicunya adalah pemanasan intens pada siang hari.
Warga juga diminta berhati-hati saat beraktivitas di luar ruangan. Berkendara dalam kondisi cuaca buruk yang dapat disertai angin kencang menjadi salah satu risiko yang perlu diantisipasi.
Imbauan lain: menghindari daerah sumber air seperti danau, sungai, dan waduk apabila terjadi hujan dengan intensitas tinggi maupun berdurasi lama. Langkah itu untuk mengurangi risiko terseret arus atau terjebak banjir.