Pencarian

MIN 5 Pidie Jaya Mulai Dibangun Kembali Setelah Hilang Diterjang Banjir, Dana Rp12 Miliar Disiapkan

Minggu, 14 Juni 2026 • 20:44:31 WIB
MIN 5 Pidie Jaya Mulai Dibangun Kembali Setelah Hilang Diterjang Banjir, Dana Rp12 Miliar Disiapkan
Proses penimbunan tanah untuk fondasi baru MIN 5 Pidie Jaya telah mencapai 70 persen.

MEUREUDU — Proses penimbunan tanah untuk fondasi gedung baru MIN 5 Pidie Jaya telah mencapai 70 persen. Kepala Kanwil Kementerian Agama Aceh, Azhari, mengatakan pengerjaan fisik sudah berlangsung sejak sekitar sebulan terakhir, setelah madrasah tersebut lenyap diterjang banjir bandang pada penghujung tahun 2025.

Lokasi Baru Berjarak 300 Meter dari Sekolah yang Hilang

Azhari menjelaskan, lahan pengganti dipilih karena lebih aman dan tidak berada di lintasan aliran sungai. Lokasi itu merupakan tanah hibah dari sejumlah warga Aceh, termasuk dari Nur Azizah, istri mantan Kepala Kanwil Kemenag Aceh periode 2014–2020.

“Pembangunan MIN ini sekarang baru tahap penimbunan tanah, sekitar 70 persen yang sudah tertimbun,” kata Azhari di Banda Aceh, Jumat (12/6/2026).

Rp12 Miliar untuk Fisik hingga Meubelair Baru

Direktorat Jenderal Pendidikan Islam mengalokasikan anggaran Rp12 miliar untuk membiayai seluruh pembangunan fisik, termasuk penyediaan fasilitas dan meubelair. Proses penyusunan master plan madrasah juga mendapat dukungan dari Fakultas Teknik Universitas Syiah Kuala.

“Alhamdulillah MIN 5 Pidie Jaya segera dibangun, terima kasih kepada semua pihak yang telah membantu, terutama masyarakat yang telah ikhlas menghibahkan tanahnya,” ujar Azhari.

Belajar Mengajar Tetap Berjalan di Lokasi Sementara

Selama proses pembangunan, para siswa tidak libur. Kegiatan belajar mengajar untuk sementara dipindahkan ke bangunan yang telah disiapkan sebagai lokasi belajar darurat.

Kontribusi Pemprov dan Satgas PRR

Berbagai pihak turun tangan dalam proyek ini. Pemerintah Aceh melalui Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim), Satgas PRR Sumatera, serta Kanwil Kemenag Aceh ikut membantu proses penimbunan lahan.

Sekretaris Dirjen Pendidikan Islam, Arskal Salim, memberikan apresiasi kepada warga Seunong yang telah menghibahkan tanahnya. Menurutnya, kontribusi itu tidak hanya mendukung pendidikan keagamaan, tetapi juga pelayanan Kantor Urusan Agama (KUA) setempat.

Pembangunan MIN 5 Pidie Jaya ditargetkan rampung agar para siswa dapat kembali belajar di fasilitas yang lebih representatif dan aman dari ancaman banjir. Sebelumnya, sekolah lama mereka hilang total setelah aliran sungai meluap dan mengubah bentuk permukaan tanah di kawasan tersebut.

Bagikan
Sumber: nukilan.id

This article was automatically rewritten by AI based on the source above without altering the facts of the original article.

Berita Lainnya

Indeks

Berita Terkini

Indeks